Berhubungan Seks Saat Hamil

Jakarta, Ketika seorang istri sedang hamil banyak diantaranya yang enggan melakukan hubungan seksual padahal si suami tetap berharap bisa melakukannya. Apalagi banyak kabar burung kalau perempuan hamil melakukan hubungan seksual bisa menyebabkan keguguran.

Perempuan yang hamil juga takut jika berhubungan intim akan mencelakai janinnya dan membuat janin terinfeksi. Selain itu alasan takut terjadi pendarahan dan libido yang menurun menjadi pemicu perempuan hamil malas bersenggama.

Yang jelas ketakutan-ketakutan itu tidak terbukti. Janin juga tidak akan celaka saat berhubungan intim karena terlindung oleh cairan amnion di dalam rahim ibu. Penurunan libido ibu hamil juga lebih karena faktor psikologi si ibu karena tubuhnya mengalami perubahan.

Baikkah berhubungan seks saat sedang hamil?

“Semua kegiatan orang sehat boleh dilakukan oleh perempuan hamil seperti olahraga atau melakukan hubungan seks, asalkan kehamilannya tidak bermasalah,” ujar Dr dr Dwiyana Ocviyanti, SpOG (K) dalam acara Women’s Health Expo 2010 di Hotel Sahid, Jakarta, Jumat (5/2/2010).

Dr Dwiyana menuturkan tidak ada alasan dan bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa melakukan hubungan seks bisa menyebabkan keguguran. Sebaliknya, hampir sekitar 85 persen keguguran yang terjadi di 10 minggu awal kehamilan disebabkan oleh faktor genetik.

Menurutnya, selama melakukan hubungan seks tidak menggunakan alat-alat yang dapat membahayakan kehamilan serta menerapkan perilaku seks yang sehat, maka ibu hamil sah-sah saja untuk berhubungan seks. Satu hal penting yang harus di sepakati adalah harus dilakukan atas dasar sama-sama menginginkan.

Saat masa kehamilan baru masuk trimester pertama tentu masih banyak pilihan posisi bercinta. Tapi setelah usia kehamilan terus bertambah tentu saja posisi berhubungan bagi perempuan hamil makin terbatas. Jika sudah begini pasangan suami istri disarankan untuk membicarakan posisi yang nyaman bagi kedua belah pihak tidak saling memaksa.

Menurut Dr Dwiyana, memang ada beberapa kondisi yang membuat ibu hamil sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual, yaitu ibu mengalami anemia, kondisi plasentanya berada di bawah (plasenta previa), mengalami kontraksi yang berulang serta memiliki infeksi seperti keputihan. Karena kondisi-kondisi ini bisa memicu terjadinya keguguran.

Jika dokter menyatakan bahwa kehamilan Anda tidak memiliki masalah, maka boleh saja melakukan hubungan seksual selama hamil. Selama hal ini dilakukan atas dasar sama-sama menginginkan.

(ver/ir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: