Jika Kondom Terlepas

Jakarta, Kasus kondom terlepas beberapa kali dijumpai. Meski jumlahnya tak banyak, namun kejadian kondom terlepas kerap bikin gelagapan pasangan yang usai berhubungan intim. Apa yang harus dilakukan jika kondom tertinggal di vagina?

Setelah berhubungan seksual, tidak jarang pria kebingungan mencari kondom yang tadinya melekat di bagian kelaminnya tiba-tiba raib. Setelah beberapa saat barulah tersadar bahwa kondom terjebak di dalam kelamin si wanita.

“Kalau lepas, ya tinggal ambil saja. Panjang vagina wanita kan hanya sekitar 14 cm jadi masih bisa terjangkau dengan tangan. Tapi kalau kesusahan, sebaiknya kunjungi dokter ahli untuk mendapat bantuan,” kata dr Ifzal Asril SpOG ketika dihubungi detikHealth, Jumat (22/1/2010).

Penelitian menunjukkan bahwa kondom jarang terlepas secara penuh pada saat berhubungan seksual. Rata-rata hanya 2 persen saja kasus kondom lepas selama berhubungan seksual. Itu pun dikarenakan pemakaian yang tidak tepat.

Namun menurut dr Ifzal, penyebab utama kondom lepas dalam vagina justru lebih banyak karena tidak segera menarik penis setelah berhubungan intim.

“Setelah ejakulasi dan berhubungan, harusnya penis langsung ditarik dari vagina. Jika tidak, penis yang mengecil akan membuat pemakaian kondom melonggar dan akhirnya tidak terbawa saat penis ditarik. Jadi setelah ejakulasi jangan membiarkan penis lama-lama di dalam vagina,” jelas dokter lulusan FKUI.

Terlepasnya kondom pada saat penarikan (penis ditarik dari vagina) setelah ejakulasi dapat diminimalisasi jika lingkaran kondom dipegang pada saat penarikan. Bagaimanapun juga, jika kondom terlepas, sebenarnya tidak akan jauh masuk ke dalam vagina dan dapat ditarik langsung tanpa operasi.

Penyebab lainnya yang membuat kondom lepas menurut dr Ifzal adalah ukuran kondom yang tidak sesuai dengan penis.

Jika laki-laki sadar bahwa kondom terlepas, dia harus mengatakan kepada pasangannya supaya bisa cepat meminum pil kontrasepsi darurat (Emergency Contraceptive Pill/ECP) jika tidak ingin terjadi kehamilan.

Kandungan dalam pil ECP adalah hormon estrogen dan sejumlah progestin yang bisa menurunkan risiko hamil setelah hubungan intim yang tidak terlindungi. Pil ECP sangat efektif bekerja jika diminum tidak lebih dari 3 hari atau 72 jam setelah melakukan seks.

“Banyak yang jual pil kontrasepsi darurat dan khasiatnya cukup efektif mencegah kehamilan. Bisa juga dengan cara membilas dan memberi cairan spermisit pada vagina segera setelah kondom diambil dari dalam vagina,” tutur Dr Ifzal yang kini berpraktik di RSAB Hermina Jatinegara.

Namun yang perlu diketahui, fungsi utama pil ECP adalah untuk mencegah kehamilan, bukan untuk merusak janin atau menggugurkan kandungan yang sudah terbentuk.(fah/ir)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: