MUI Kutuk Pemecatan Karyawan Berjilbab

SURABAYA–Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim mengutuk manajemen BPR Bank Angga Kota Probolinggo yang melakukan pemecatan karyatawatinya karena memakai jilbab. MUI meminta pemerintah segera memanggil dan memberikan sanksi kepada pihak bank tersebut karena telah melanggar UU Dasar 45 pasal 29 yang memberikan keleluasaan warga negara untuk melaksanakan perintah agamanya.

”Wanita Muslim menggunakan jilbab itu karena menjalankan perintah agamanya. Kalau zaman reformasi saja masih terjadi seperti ini bagaimana keberadaan UU Dasar sebagai rujukan segala undang-undang dilaggar secara fulgar seperti ini,” ujar KH Abdushomad Buchori Senin (7/12).

Abdhushomad meminta kepada karyawati yang menjadi korban pemecatan tersebut untuk segera melaporkan ke pihak-pihak yang mempunyai kewenangan agar segera ditindaklanjuti. Karena jika hal ini tidak segera ditindaklanjuti, maka akan melegalkan pelarangan tersebut.

”Ini adalah tindakan kesewenang-wenangan yang merugikan umat Muslim yang hendak menunaikan ajaran agamanya yang dilindungi oleh undang-undang. Kalau direkturnya itu agamanya bukan Islam tolong pemerintah segera mengingatkan,” tegasnya.

Karena berjilbab itu adalah ciri khas Muslimah, bukan tidak mungkin pemecatan ini adalah bentuk kebencian terhadap Islam yang ditumpahkan kepada karyawanya. Dan apa yang dilakukan direktur bank swasta itu adalah melanggar hak asasi manusia yang selalu di kedepankan semua lapisan masyarakat.

”Mungkin saja mereka benci dengan Islam tetapi ditumpahkan kepada karyawanya. Ini namanya penindasan terhadap umat Muslim,” imbuhnya.

Karyawati BPR Bank Angga Kota Probolinggo yang dipecat itu adalah Tanty Wijiastuti (36), warga Jalan Mastrib kota setempat. Wanita ini menggunakan jilbab sejak tanggal 23 November 2009 lalu tetapi karena berjilbab inilah dia menjadi korban penindasan oleh direkturnya.

“Saya dipaksa membuat surat pengunduran diri oleh pihak perusahaan. Saya kemudian dipanggil oleh Kepala Cabang dan disuruh menghadap Dirut BPR Bank Angga pada tanggal 26 November 2009 terkait pakaian jilbab yang saya pakai itu,” katanya.

Salah satu alasan pihak perusahaan melarang karyawannya memakai pakaian jilbab, ungkap Tanty, karena 90 persen pemegang sahamnya berasal dari non-Muslim. “Salah satu alasannya katanya begitu. Sehingga semua karyawan merasa takut,” tandas Tanty. masduki/taq

2 Tanggapan

  1. informasi terbaru,dari Pihak Bank Angga ,salah satu dari direkturnya Anis Ichtiarti sudah memberikan komentar masalah ini,menurutnya pihaknya tidak pernah mengeluarkan larangan berjilbab. Yang ada hanya imbauan.

    selengkapnya bisa baca dan lihat disini (plus video)

    http://answering.wordpress.com/2009/12/09/pihak-bank-angga-bantah-larang-karyawannya-berjilbab/

  2. Hal yang gila bila kita sendiri tertindas di negara sendiri.agama yang mayoritas muslim.tapi umat muslim itu sendiri tertindas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: