Maslahat dalam Sedekah

Semua orang pasti ingin hartanya bertambah. Yang miskin ingin menjadi kaya, dan yang kaya ingin semakin kaya. Allah SWT berfitman, “ Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diinginkan, yaitu : wanita-wanita, anak-anak, hartayang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah lading. “ (Qs Ali Imran [3] : 14 )

Namun, keinginan tersebut menjadi negatif jika diwujudkan dengan menghalalkan segala cara, seperti korupsi, menyuap, dan tindakan-tindakan menyimpang lainnya. Untuk menghindari praktik penyimpangan itu, islam telah menetapkan konsep pengembangan harta yang membawa kemaslahatan individu dan umat, yaitu sedekah.

Allah SWT berfirman. ‘Allah akan menghapuskan riba dan meribakan (melipatgandakan ) sedekah. “ (Qs Al Baqarah [2] : 276).Dalam ayat lain di sebutkan. “ siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik(menyedekahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. “ (Qs Al Baqarah [2] : 245).

Dalam sebuah hadis, nabi SAW bersabda. “ Tidak akan bergurang harta karena sedekah.”(HR Muslim) Abdullah Bin Abdurrahman A-Bassam dalam kitab Taudhihul Ahlam min Bulughil Muram, menjelaskan setidaknya ada tiga makna yang terkandung dalam hadis di atas.

Pertama, harta yang di sedekahkan akan di berkahi Allah sehingga bersih dan berkembang. Kedua, Allah menyediakan pahala yang sangat besar, jauh melebihi nilai materilnya. Dan ketiga, Allah akan menganti harta yang disedekahkan dengan sesuatu yang sepadan atau bahkan lebih baik dari itu.

Akan tetapi, keutamaan sedekah tidak akan tercapai jika tidak memenuhi beberapa persyaratan , diantaranya : harus dari harta yang halal, tidak menyakiti pihak yang diberi, tidak di ungkir-ungkit, serta memberinya dengan ikhlas.

Pelaksanaan sedekah yang memenuhi persyaratan tersebut akan meringankan beban penderitaan orang-orang yang membutuhkan. Di samping juga memperbaiki kondisi sosial masnyarakat dengan cara yang bijaksana. Bukankah kesengsaraan yang terlampau lama seringkali memicu tindakan kejahatan. Seperti kata pepatah, “ Bunyi perut yang keroncongan karena lapar lebih nyaring daripada suara hati nurani yang murni. “ Republika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: